BATAMBREAKING NEWS

AQI Batam Tembus 173, Gedung dan Masjid Agung Diselimuti Kabut Asap

Kota Batam kembali diselimuti kabut asap pada Jumat (16/10/2026) f-Ist

BATAM (Kepriraya.com) – Kota Batam kembali diselimuti kabut asap pada Jumat (16/10/2026) menjelang siang. Pemandangan gedung-gedung bertingkat yang biasanya terlihat jelas dari pusat kota tampak samar, sementara bau sangit tercium di tengah udara yang terasa panas dan pengap.

Pantauan sekitar pukul 10.21 WIB di kawasan Batamcenter menunjukkan kabut abu-abu menyelimuti sejumlah sudut kota. Gedung-gedung tinggi kehilangan ketajaman bentuknya, begitu pula pemandangan perairan yang mengarah ke Selat Singapura.

Masjid Agung Batam yang menjadi salah satu ikon kawasan Batamcenter juga tampak meredup di balik selimut kabut. Di perairan, kapal-kapal feri terlihat samar menembus jarak pandang yang terbatas.

Kondisi tersebut sejalan dengan data kualitas udara yang dikutip dalam laporan pemantauan, dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 173 atau masuk kategori tidak sehat.

Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 99 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 168 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan adanya risiko paparan partikulat yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.

Di tengah aktivitas kota yang tetap berjalan, kondisi udara menjadi perhatian tersendiri. Jalan-jalan utama masih dipadati kendaraan, sementara aktivitas pembangunan berlangsung di bawah langit kelabu.

Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap masih pekat. Penggunaan masker yang sesuai, menutup jendela saat udara luar memburuk, serta memantau perkembangan kualitas udara menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan.

Jika mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau iritasi mata akibat asap, warga sebaiknya segera mencari tempat dengan udara lebih bersih dan mendapatkan pertolongan medis bila diperlukan.

Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti kabut asap yang menyelimuti Batam belum dapat dipastikan hanya dari pengamatan visual dan angka AQI. Karena itu, diperlukan informasi lebih lanjut dari instansi terkait untuk mengetahui sumber asap serta langkah penanganan yang dilakukan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kualitas udara bukan sekadar persoalan jarak pandang, melainkan juga menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

(ski)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *