BREAKING NEWSTANJUNGPINANG

Asrama MTsN Tanjungpinang Berikan Apresiasi kepada Santri, Dorong Semangat Menghafal Al-Qur’an dan Perbaikan Diri

Penyerahan sertifikat dan buket jajanan dilakukan langsung oleh Kepala MTsN Tanjungpinang, Suriyati, S.Ag., M.Pd. Kamis, (27/10/2026) F-ist

TANJUNGPINANG (kepriraya.com) – Asrama MTsN Tanjungpinang memberikan apresiasi kepada santri yang telah menyelesaikan tasmi Al-Qur’an Juz 30 serta santri yang menunjukkan kemauan untuk diri setelah melakukan pelanggaran ringan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengelola asrama untuk meningkatkan motivasi, menumbuhkan semangat berprestasi, dan membentuk karakter santri yang disiplin serta berakhlak mulia.

Apresiasi kepada santri yang telah menyelesaikan tasmi Al-Qur’an Juz 30 diberikan dalam bentuk sertifikat dan buket jajanan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas usaha, kesungguhan, dan keberanian santri dalam memperdengarkan hafalan Al-Qur’an. Sementara itu, santri yang menunjukkan kemauan untuk memperbaiki diri setelah melakukan pelanggaran ringan mendapatkan buket jajanan sebagai bentuk perhatian dan motivasi agar terus meningkatkan kedisiplinan serta memperbaiki perilaku.

Penyerahan sertifikat dan buket jajanan dilakukan langsung oleh Kepala MTsN Tanjungpinang, Suriyati, S.Ag., M.Pd. Kegiatan ini mencerminkan dukungan madrasah terhadap pembinaan santri, baik dalam pengembangan kemampuan keagamaan maupun pembentukan perilaku positif selama tinggal di asrama.

Kepala Asrama MTsN Tanjungpinang, Pirsandi, S.Pd., menyampaikan bahwa pemberian apresiasi merupakan salah satu strategi pembinaan yang mengedepankan penghargaan terhadap usaha, pencapaian, dan perubahan positif yang ditunjukkan santri.

“Apresiasi ini bukan hanya tentang hadiah, tetapi tentang bagaimana kita menghargai proses dan usaha anak-anak. Santri yang telah menyelesaikan tasmi Al-Qur’an Juz 30 patut mendapatkan penghargaan atas kesungguhan mereka dalam menjaga hafalan. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalan, memperbaiki bacaan, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Pirsandi.

Ia menambahkan bahwa pemberian buket jajanan kepada santri yang melakukan pelanggaran ringan merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang positif. Namun, apresiasi tersebut bukan berarti mengabaikan kesalahan atau menghapus kewajiban santri untuk menaati peraturan asrama.

“Dalam pembinaan, santri tidak hanya membutuhkan teguran ketika melakukan kesalahan, tetapi juga perlu mendapatkan motivasi agar mau berubah. Kami ingin menanamkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Aturan tetap harus ditegakkan, tetapi dukungan dan penghargaan juga penting agar mereka merasa diperhatikan dan semakin bersemangat menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTsN Tanjungpinang, Suriyati, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi langkah pengelola asrama yang memberikan perhatian terhadap perkembangan santri melalui penghargaan dan pembinaan karakter. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong santri untuk terus meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan kualitas akhlak.

“Anak-anak yang Ibu banggakan, selamat kepada santri yang telah menyelesaikan tasmi Al-Qur’an Juz 30. Semoga pencapaian ini menjadi awal untuk semakin mencintai Al-Qur’an, menjaga hafalan, dan mengamalkan ajarannya. Jangan cepat merasa puas, tetapi teruslah belajar dan berusaha menjadi lebih baik,” pesan Suriyati.

Kepada santri yang pernah melakukan pelanggaran ringan, Suriyati juga berpesan agar mereka menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan tanggung jawab.

“Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan. Namun, yang terpenting adalah kemauan untuk menyadari kesalahan, memperbaikinya, dan tidak mengulanginya. Jadikan asrama sebagai tempat belajar, beribadah, membangun kedisiplinan, serta melatih tanggung jawab. Ibu berharap kalian semua tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan membanggakan orang tua serta madrasah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Asrama MTsN Tanjungpinang berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang religius, disiplin, dan penuh kekeluargaan. Apresiasi terhadap pencapaian hafalan Al-Qur’an serta dukungan bagi santri yang berupaya memperbaiki diri menjadi bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan.

Pengelola asrama berkomitmen untuk terus mendampingi santri agar tidak hanya berkembang dalam kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. (Zuk)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *