Ansar Ahmad Raih NGA 2026, Bukti Keberhasilan Bangun SDM dan Kepemimpinan Strategis

Gubernur Ansar Ahmad ketika tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV pukul 09.00 WIB. pada Jumat, 24 April 2026
TANJUNGPINANG, (kepriraya.com)– Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, dijadwalkan menerima penghargaan bergengsi National Governance Award (NGA) 2026. Penyerahan penghargaan tersebut akan berlangsung di Hotel The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, menyampaikan bahwa NGA merupakan ajang apresiasi tingkat nasional yang diberikan kepada pemerintah daerah berprestasi.
“Gubernur akan menerima penghargaan tersebut dan prosesi penyerahannya disiarkan langsung melalui live streaming di MetroTVNews,” ujar Hendri.
Ia menjelaskan, penghargaan yang diraih Gubernur Ansar Ahmad merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun sumber daya manusia di wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan.
Pada NGA 2026, terdapat dua kategori utama yang menjadi fokus penilaian, yakni economic growth dan strategic leadership. Keberhasilan Kepri dalam kedua aspek tersebut dinilai menjadi faktor kunci penghargaan ini.
Hendri juga mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk ikut menyaksikan momen tersebut sebagai bentuk kebanggaan bersama.
“Ini merupakan kebanggaan kita semua. Gubernur juga selalu menegaskan bahwa setiap capaian adalah hasil kerja bersama masyarakat Kepri. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menyaksikan prosesi ini,” tambahnya.
Penyerahan NGA 2026 akan disiarkan langsung oleh MetroTVNews pada Jumat, 24 April 2026 pukul 19.30 WIB.
Sebelumnya, pada pagi hari di tanggal yang sama, Gubernur Ansar Ahmad juga dijadwalkan tampil sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Indonesia di Metro TV pukul 09.00 WIB. Dalam dialog tersebut, ia akan mengangkat tema “Tangan Dingin dalam Membangun Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan dan Karimun di Perbatasan Indonesia. (Zuk)

