BREAKING NEWSKARIMUN

Ekonomi Bangkit, Berkat Bantuan Bupati Karimun

KARIMUN, (kepriraya.com)- Suara deru mesin, bunyi besi beradu, dan sorak semangat para pekerja kini kembali menggema di Pelabuhan Taman Bunga. Di bawah terik matahari Karimun, dermaga yang dulu senyap dan sepi itu kini kembali riuh. Tumpukan barang naik-turun, truk-truk berdatangan, dan wajah-wajah yang dulu murung kini berubah cerah berbinar. Semua denyut nadi ekonomi yang sempat berhenti hampir tiga tahun lamanya, kini kembali berdetak kencang. Semua ini berkat kebijakan pelonggaran yang diperjuangkan Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang kembali membolehkan kapal berbobot 1.000 GT merapat di dermaga bersejarah ini.

Bagi 76 buruh bongkar muat dan 35 pemilik armada truk yang menggantungkan hidup di sini, kabar ini ibarat oase di tengah gurun. Sejak tahun 2022, hidup mereka berubah gelap. Aturan saat itu mewajibkan kapal besar dialihkan ke Pelabuhan Parit Rampak. Sejak hari itu, kesibukan yang menjadi tumpuan hidup ratusan jiwa perlahan lenyap. Dermaga yang biasanya penuh sesak berubah menjadi sunyi senyap, dan harapan demi sesuap nasi perlahan meredup.

Parni, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), masih teringat getirnya masa sulit itu. Ia ingat betul bagaimana penghasilan mereka terputus begitu saja.”ujarnya. Selasa, (12/5/2026).

“Selama tiga tahun itu rasanya sangat berat. Kadang dalam sebulan cuma ada satu-dua kapal kecil yang sandar, itupun muatannya sedikit dan harus dibagi-bagi. Padahal kalau kapal besar seperti sekarang datang, kami bisa kerja terus menerus sampai enam hari, cukup untuk makan dan biaya sekolah anak. Tapi dulu, semua itu hilang,” kenang Parni, suaranya masih terdengar berat saat mengingat masa-masa nyaris tak ada pemasukan sama sekali.

Banyak rekan-rekannya yang hampir putus asa, berniat meninggalkan pekerjaan turun-temurun ini demi mencari nasib di tempat lain. Namun, doa dan harapan mereka akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah pimpinan Bupati Iskandarsyah meresahkan nasib mereka, mengeluarkan kebijakan baru yang melonggarkan aturan sandar kapal. Titik terang itu menjadi nyata saat kapal MV Intan 31 resmi bersandar kembali, membawa pulang rezeki yang sempat hilang.

Parni pun menyampaikan harapan sederhana namun sangat berarti bagi mereka.

“Kami doakan pelabuhan baru di Parit Rampak cepat selesai. Tapi sambil menunggu yang belum tahu kapan rampung, izinkan kami cari nafkah di tempat yang sudah puluhan tahun kami geluti ini. Semoga kapal seperti Intan 31 ini tetap di sini sampai dermaga baru siap,” ujarnya penuh harap.

Kelegaan yang sama terlihat jelas di wajah Zainal Abidin, Ketua Armada Truk dari Koperasi Petak Jaya Sejahtera. Ia tak kuasa menahan rasa syukur melihat roda ekonomi kembali berputar. Dulu, pengemudi dan pemilik truk hampir tak punya penghasilan, padahal kebutuhan rumah tetap ada.

“Kami sempat benar-benar menganggur. Begitu dengar ada kebijakan ini, hati rasanya lega luar biasa. Apalagi melihat kapal besar kembali sandar, rasanya seperti mimpi jadi kenyataan. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati dan Pak Dewan Suyadi yang sudah berjuang untuk kami. Semoga kebijakan ini terus dipertahankan, karena dampaknya sangat besar bagi kami,” ungkap Zainal dengan mata berbinar.

Bagi mereka, kebijakan ini bukan sekadar aturan pemerintahan. Ini adalah pintu yang kembali terbuka, jalan yang kembali bisa dilalui untuk menafkahi keluarga. Permohonan mereka sangat sederhana: biarkan pelabuhan ini tetap hidup, biarkan kapal-kapal terus datang.

“Yang penting kapal tetap sandar di sini, kami siap bekerja sekuat tenaga. Asal ada kerjaan, kami bisa makan, kami bisa sekolahkan anak. Cukup itu saja harapan kami,” tegas Zainal mewakili rekan-rekannya.

Kini, keringat kembali menetes di Pelabuhan Taman Bunga. Namun di setiap tetesnya, terselip senyum bahagia dan harapan yang tumbuh subur. Kebijakan yang mendengar suara rakyat ini membuktikan satu hal nyata: saat ekonomi masyarakat kembali berdenyut, kesejahteraan dan kebahagiaanlah yang akan tumbuh dan mekar seindah nama pelabuhan ini. (*)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *