Angin Puting Beliung Terjang Desa Tanjung Kelit, Sejumlah Rumah Warga Roboh

Rumah warga porak poranda akibat Angin puting beliung menerjang Desa Tanjung Kelit, Kabupaten Lingga, pada Sabtu (13/6) pagi menjelang siang.
LINGGA, (kepriraya.com)– Angin puting beliung menerjang Desa Tanjung Kelit, Kabupaten Lingga, pada Sabtu (13/6) pagi menjelang siang. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayoritas rumah yang terdampak merupakan rumah kayu milik warga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kuatnya terjangan angin membuat beberapa bangunan tidak mampu bertahan sehingga mengalami kerusakan parah.
Salah seorang warga, Ardi, mengatakan musibah tersebut terjadi secara tiba-tiba dan membuat masyarakat setempat terkejut. Hingga kini, warga bersama aparat terkait masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah dan keluarga yang terdampak.
“Sebagian besar yang terdampak adalah warga yang tinggal di rumah kayu. Ada rumah yang roboh dan mengalami kerusakan cukup parah akibat angin kencang,” ujarnya.
Menurut Ardi, kondisi masyarakat yang terdampak cukup memprihatinkan mengingat Desa Tanjung Kelit merupakan salah satu wilayah pelosok di Kabupaten Lingga, di mana harga kebutuhan pokok dan material bangunan relatif lebih mahal dibanding daerah perkotaan.
Musibah ini menambah beban warga yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Karena itu, masyarakat berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu korban memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Warga kini bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Masyarakat juga mengajak semua pihak untuk mendoakan para korban agar diberikan kekuatan dan kemudahan rezeki sehingga dapat kembali membangun rumah yang rusak akibat bencana tersebut.
“Semoga warga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan segera mendapatkan bantuan untuk bangkit kembali,” harap Ardi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan penanganan dampak bencana masih berlangsung di lokasi kejadian. (Zuk)

