Kepala KUA Bintan Pesisir Tekankan Peran Orang Tua Ciptakan Generasi Unggul dalam Penyuluhan KB

Penyuluhan dan Edukasi Keluarga Berencana yang diselenggarakan Pemerintah Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kamis (30/7/2026). f-Ist
BINTAN, (kepriraya.com)– Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bintan Pesisir, H. Ramli Hamid, menegaskan bahwa keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya diukur dari jumlah anak dalam keluarga, tetapi dari kemampuan orang tua membentuk generasi yang sehat, berakhlak, dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Keluarga Berencana yang diselenggarakan Pemerintah Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Camat Bintan Pesisir mewakili Camat, Kepala Desa Kelong Alimin, Kepala Puskesmas Kelong, perwakilan Dinas Kesehatan, Penyuluh KB, Babinsa Desa Kelong, serta masyarakat setempat. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kelong.
Mengusung tema “Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Generasi Unggul”, penyuluhan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi lahirnya generasi masa depan.
Dalam paparannya, H. Ramli Hamid menjelaskan bahwa peran orang tua merupakan faktor utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak. Menurutnya, pola asuh yang baik harus dibangun melalui keseimbangan antara pembinaan spiritual dan pemenuhan kebutuhan fisik anak.
“Orang tua harus memberikan pendidikan iman dan takwa sejak dini, sekaligus memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Kedua hal ini saling melengkapi dalam mencetak generasi unggul,” ujarnya.
Ia juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai program Keluarga Berencana. Menurutnya, KB tidak semata-mata dimaknai sebagai pembatasan jumlah anak, melainkan bagaimana setiap keluarga mampu merencanakan kehidupan rumah tangga yang berkualitas dan bertanggung jawab.
“Program Keluarga Berencana bukan hanya soal memiliki dua anak. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana orang tua mampu melahirkan, membesarkan, dan mendidik anak-anak menjadi generasi unggul yang siap membangun masa depan bangsa,” kata Ramli.
Ia menambahkan, jumlah anak bukanlah penentu keberhasilan sebuah keluarga dalam mendidik.
“Tidak semua keluarga yang memiliki dua anak berhasil mendidik anaknya dengan baik, begitu juga tidak semua keluarga yang memiliki banyak anak gagal. Yang menentukan adalah kualitas pengasuhan, perhatian, pendidikan, dan kasih sayang yang diberikan orang tua,” tegasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)

