BREAKING NEWSLINGGAPOLITIK

Waspada Karhutla, Polres Lingga Kerahkan Kekuatan Gabungan, 24 Kebakaran Tercatat Sepanjang Agustus

Apel dipimpin langsung Kapolres Lingga dr. AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri unsur Forkopimda, Kamis, (27/8/2026) f-Ist

LINGGA, (kepriraya.com)— Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lingga mendapat perhatian serius. Mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat, Polres Lingga bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Damkar serta instansi terkait menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026, Jumat (28/8/2026).

Apel yang berlangsung di Lapangan Tribrata Polres Lingga tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.

Apel dipimpin langsung Kapolres Lingga dr. AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri unsur Forkopimda, pejabat perangkat daerah serta perwakilan instansi terkait.

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lingga turut ambil bagian dalam apel sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Lingga.

Kekuatan gabungan yang disiapkan melibatkan personel TNI AD, TNI AL, PLP Mar 09 Dabo Singkep, Polres Lingga, Dinas Kesehatan PPKB, BPBD, Basarnas/Pos SAR Lingga, serta Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lingga.

Dalam amanatnya, Kapolres Lingga menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran lahan, tetapi dapat menimbulkan dampak berantai terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian hingga kelancaran aktivitas sehari-hari.

Karena itu, menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kesiapan seluruh unsur, mulai dari tahap pencegahan, deteksi dini hingga penanganan ketika kebakaran terjadi.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi yang kuat antarlembaga, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana,” demikian penekanan dalam amanat apel.

Kewaspadaan ini menjadi semakin penting karena potensi karhutla di Kabupaten Lingga cukup tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam apel, sepanjang Agustus 2026 telah tercatat 24 kejadian kebakaran dengan luasan dan dampak yang berbeda-beda.

Angka tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak agar tidak hanya bergerak ketika api sudah membesar. Langkah pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat untuk menekan risiko kebakaran meluas.

Seluruh unsur diminta meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat serta memastikan komunikasi dan koordinasi antarpersonel berjalan efektif di lapangan.

Kesiapsiagaan juga diarahkan agar setiap potensi titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Melalui apel tersebut, sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, Satpol PP dan Damkar serta instansi terkait diharapkan mampu memperkuat upaya perlindungan masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla di Kabupaten Lingga.

Kesiapsiagaan bukan hanya soal memadamkan api, tetapi bagaimana api dapat dicegah sebelum membesar.

(zki)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *