BATAMBREAKING NEWS

Polusi Udara Batam Tembus 173 AQI, Bau Asap Kebakaran Mulai Tercium

BATAMCENTER, (Kepriraya.com) – Kualitas udara di Kota Batam kian mengkhawatirkan. Tak hanya langit yang terlihat semakin kelabu, bau asap kebakaran juga mulai tercium di tengah aktivitas masyarakat, Rabu (14/10/2026).

Pantauan sekitar pukul 11.15 WIB di kawasan Batamcenter memperlihatkan gedung-gedung pencakar langit Pollux Habibie tampak samar di kejauhan. Bangunan yang biasanya terlihat jelas itu seolah tertutup tirai abu-abu pucat yang menyelimuti cakrawala kota.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas masyarakat masih berlangsung. Kendaraan tetap melintas di jalanan, sementara pengunjung dan pekerja beraktivitas di kawasan pertokoan dan pusat kuliner Greenland.

Namun, di balik rutinitas perkotaan itu, kualitas udara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan tampilan aplikasi pemantau kualitas udara (AQI) saat pengamatan dilakukan, indeks kualitas udara Batam mencapai 173 AQI (US) atau masuk kategori tidak sehat.

Angka tersebut menunjukkan bahwa polusi udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Kecepatan angin yang tercatat sekitar 14 kilometer per jam belum membuat kondisi udara terlihat membaik. Bau asap yang mulai tercium juga menambah kekhawatiran masyarakat di tengah langit kota yang semakin buram.

Dalam pemeringkatan pada aplikasi tersebut, Batam tercatat berada di posisi ke-31 dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia saat pengamatan berlangsung.

Dampak kondisi udara ini juga dirasakan sektor pendidikan. Hingga Rabu (14/10/2026), kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Kota Batam telah berlangsung dari rumah selama sekitar sepekan.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa polusi udara bukan sekadar persoalan jarak pandang atau langit yang berubah warna. Paparan partikel pencemar dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus saat harus keluar rumah, serta memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber pemantauan tepercaya.

Di tengah aktivitas kota yang terus bergerak, langit Batam yang kian kelabu menjadi peringatan bahwa kualitas udara perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, ketika bau asap mulai tercium dan angka indeks pencemaran menunjukkan kondisi tidak sehat.

(ski)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *